Rabu, 20 April 2011

Yang Harus Dihindari Saat Menyusui

Rabu, 05/01/2011 15:16 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ibu yang sedang menyusui harus memperhatikan pola makannya karena makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi air susu ibu. Makanan apa saja yang harus dihindari saat menyusui?

Seringkali dijumpai ibu yang menyusui mengonsumsi makanan apapun yang disukainya seperti makanan beraroma kuat. Padahal makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi rasa air susunya (ASI).

Seperti dikutip dari Babycenter, Rabu (5/1/2011) terkadang bayi suka merasa rewel jika air susunya mengandung gas atau berbeda rasanya akibat makanan-makanan tertentu.

Maka itu sebaiknya ibu hamil menghindari beberapa makanan seperti:
  1. Cokelat
  2. Rempah-rempah seperti kayu manis, bawang putih, cabai atau bumbu kari
  3. Jeruk lemon atau limau
  4. Sayuran yang mengandung gas sepert kubis (kol), brokoli, kembang kol, ketimun dan paprika
  5. Buah-buahan yang memiliki efek pencahar

Namun untuk minuman kopi atau teh sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, karena kafein yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi ASI yang membuat bayi sulit tidur dan menjadi lebih rewel.

Jika ingin minum kopi, teh atau minuman soda lain sebaiknya beri jarak waktu setidaknya dua jam sebelum melanjutkan untuk menyusui kembali serta tidak lebih dari dua cangkir per harinya.

Selain itu jika bayi menunjukkan adanya perubahan pola menyusui seperti tidak mau menyusu atau hanya sedikit saja, cobalah untuk memperhatikan makanan apa yang sebelumnya dikonsumsi serta menghindarinya selama beberapa hari.

Bayi yang menunjukkan alergi umumnya memiliki tanda seperti kulit merah, rewel atau diare ada kemungkinan disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi dan masuk ke dalam ASI. Jika berasal dari makanan, biasanya disebabkan oleh sesuatu yang dikonsumsi 2-6 jam sebelum menyusui dan diperlukan waktu untuk mengetahui penyebabnya.

Untuk itu perhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi selama ibu menyusui, terutama jika bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Selain itu tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai asupan gizi sehingga asupan nutrisinya tetap seimbang.
(ver/ir)

Payudara Bisa Keluar Air Susu Meski Tak Menyusui

Senin, 10/01/2011 16:47 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Air susu biasanya akan keluar setelah seorang wanita menjalani proses kehamilan 9 bulan dan persalinan. Tapi pada kondisi tertentu payudara bisa mengeluarkan air susu meski wanita tidak sedang menyusui atau hamil.

Kehamilan dan menyusui berhubungan satu sama lain. Namun, air susu tidak selalu harus keluar setelah kehamilan. Ada banyak kasus payudara wanita mengeluarkan air susu meski ia sedang tidak menyusui atau pasca melahirkan.

Kondisi ini bisa terjadi pada wanita subur sekitar usia 16 hingga 40 tahun. Hal ini mungkin mengkhawatirkan dan mengejutkan, tapi ini tidaklah berbahaya.

Ada beberapa alasan mengapa air susu bisa keluar tanpa tahap menyusui atau kehamilan, seperti dilansir 1st-babies.com, Senin (10/1/2011) berikut:

1. Ketidakseimbangan hormon
Selama siklus kehidupan, wanita mengalami berbagai tahap perubahan pada kadar hormonnya. Ketika hal tersebut terjadi, tubuh bereaksi dan merespon dengan cara yang berbeda. Salah satunya dengan air susu keluar tanpa kehamilan dan menyusui. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon prolaktin di atas batas normal.

2. Keguguran

Pada beberapa wanita, keguguran juga bisa menyebabkan air susu keluar meski sedang tidak menyusui. Hal ini bisa terjadi karena keguguran kemungkinan diikuti oleh perubahan hormonal tertentu yang menyebabkan air susu keluar.

3. Obat
Obat-obatan tertentu bisa merangsang proses keluarnya air susu. Obat tersebut biasanya menghambat dopamin dan meningkatkan produksi prolaktin. Peningkatan prolaktin ini pada akhirnya menyebabkan wanita mengeluarkan air susu meski sedang tidak menyusui.

4. Tanaman herbal
Mengonsumsi tumbuhan tertentu juga dapat menginduksi keluarnya air susu, bahkan tanpa kehamilan. Misalnya, adas, kelabat, biji adas manis, jintan, daun katuk dan beberapa jenis tanaman rambat lainnya.

5. Rangsangan pada puting
Meski tidak sedang menyusui atau hamil, rangsangan pada puting yang dilakukan secara teratur dapat ditanggapi oleh otak sebagai sinyal untuk mulai memproduksi air susu. Akibatnya, wanita yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui pun dapat mengeluarkan air susu. Hal ini bisa dilakukan oleh ibu yang ingin menyusui bayi yang diadopsinya.

Proses ini bisa dimulai dengan cara menstmulasi puting. Lalu seseorang memompa payudaranya dengan menggunakan pompa ASI setiap 3 jam yang dimulai sekitar 2 bulan sebelum seseorang mengharapkan bisa menyusui. Stimulasi ini mendorong produksi dan pelepasan hormon prolaktin.



(mer/ir)

Kenapa Pria Kurus Punya Gairah Seks Lebih Besar dari Pria Gemuk?

Rabu, 20/04/2011 11:58 WIB

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pria kurus konon katanya punya gairah seks lebih besar ketimbang pria gemuk. Tapi penelitian yang dilakukan ilmuwan memang membuktikan seperti itu.

Berat badan ideal sangat menunjang kehidupan seksual, khususnya bagi kaum pria. Selain lebih leluasa bereksperimen dengan posisi pria di atas tanpa harus menyakiti pasangannya, pria kurus juga lebih bergairah dibandingkan pria gemuk.

Sebuah penelitian di Duke University menunjukkan, 30 persen pria yang punya masalah kelebihan berat badan mengeluh kurang bergairah untuk berhubungan seks. Bahkan ketika dipaksakan, ereksinya tidak maksimal dan kadang-kadang disertai ejakulasi dini.

Menurut Martin Binks, PhD yang melakukan penelitian tersebut, salah satu pemicunya adalah kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh. Pada pria gemuk, lemak dan kolesterol yang tinggi bisa memicu penyempitan pembuluh darah termasuk di daerah batang penis.

Terganggunya aliran darah di daerah tersebut menyebabkan ereksi tidak bisa maksimal. Selain itu, sensitivitas atau kepekaan saraf untuk menerima rangsangan dari pasangan juga berkurang, sehingga nafsu untuk berhubungan seks akan mengalami penurunan.

Faktor lain yang mengurangi gairah untuk bercinta adalah faktor hormonal. Kadar testosteron atau hormon seks pada pria gemuk tidak maksimal karena ada pelepasan Sex Hormone Binding Globulin (SHBG) yakni semacam protein yang mengikat hormon seks.

Makin banyak SHBG yang diproduksi oleh tubuh, makin banyak testosteron yang diikat sehingga tidak bisa bekerja dengan optimal. Padahal seperti dikutip dari Medicinenet, Rabu (20/4/2011), testosteron merupakan hormon seks yang memegang peran penting dalam membangkitkan gairah seks pada pria.

Untuk membangkitkan gairah seks yang padam pada pria gemuk, beberapa cara bisa dilakukan. Salah satunya seperti yang diungkap oleh Bink adalah hormone replacement therapy atau terapi sulih hormon, yakni dengan menyuntikkan tambahan hormon testosteron.

Ada juga cara yang lebih mudah sekaligus murah, yakni dengan menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga. Bink mengatakan, penurunan berat badan sebanyak 4,5 kg pada pria obesitas sudah bisa memberikan peningkatan gairah seks yang cukup signifikan.

(up/ir)

Rasa ASI yang Berubah-ubah Bikin Anak Punya Selera Makan

Senin, 21/02/2011 10:46 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Anak-anak akan akrab dengan rasa buah dan sayur jika ibu sering mengonsumsi makanan tersebut saat masa menyusui. Sebaliknya jika yang diberikan adalah susu formula maka anak memiliki rasa yang sama setiap harinya.

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya untuk suka dengan sayuran dan berbagai jenis makanan. Studi terbaru menunjukkan hal ini bisa dirangsang jika ibu mengonsumsi banyak sayur dan variasi makanan saat menyusui.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa selera makan bayi ditentukan oleh asupannya saat berusia 2-5 bulan setelah kelahiran. Kondisi ini dipengaruhi oleh rasa yang ia kenal melalui air susu ibunya.

"Paparan terhadap rasa selama bulan-bulan pertama kehidupannya akan membentuk selera dan pilihan makanannya di kemudian hari," ujar Dr Gary Beauchamp selaku direktur Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (21/2/2011).

Dr Beauchamp menuturkan anak-anak akan akrab dengan rasa buah dan sayur jika ibu sering mengonsumsi makanan tersebut saat sedang dalam masa menyusui. Sebaliknya jika yang diberikan adalah susu formula maka anak memiliki rasa yang sama setiap harinya.

"Kami telah menunjukkan bahwa periode yang sangat sensitif bagi bayi untuk belajar mengenal rasa adalah usia antara 2-5 bulan. Jika kita bisa meningkatkan konsumsi sayuran pada ibu hamil dan menyusui maka hal ini akan berdampak terhadap pilihan makanan anak nantinya," ungkapnya.

Preferensi rasa dihasilkan melalui kombinasi antara gen warisan yang membuat seorang individu lebih peka terhadap rasa tertentu dan juga molekul dari bau yang timbul. Temuan terbaru ini menambah bukti bahwa paparan rasa yang berbeda selama awal kehidupan akan berdampak pada makanan apa yang orang suka dan tidak suka saat dewasa nanti.

"Bayi yang diberi ASI akan secara rutin menerima variasi rasa berbagai makanan melalui air susu ibunya sekaligus merangsang indera pengecapnya," ujar Dr Beauchamp.

Sedangkan dalam hal gizi, kandungan susu formula mungkin bisa menyerupai gizi yang ada di dalam ASI. Tapi jika dilihat dari sudut pandang sensorik, maka susu formula tidak bisa memberikan rangsangan terhadap berbagai variasi rasa.

Dr Beauchamp mempresentasikan hasil temuannya ini dalam American Association for the Advancement of Science di Washington. Selain itu studi ini juga telah diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.
(ver/ir)

Tanda-tanda Bayi Cukup ASI

Senin, 14/02/2011 15:31 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sebagian besar ibu yang menyusui mungkin bertanya-tanya apakah bayinya sudah mendapatkan ASI yang cukup atau belum. Untuk mengetahuinya ada beberapa hal yang bisa dievaluasi si ibu.

Bila bayi mendapatkan ASI eksklusif dan tidak ada asupan lainnya maka sulit bagi ibu untuk mengetahui sudah berapa banyak susu yang diminum oleh si kecil, hal ini akan membuat ibu khawatir apakah bayinya mendapat nutrisi yang cukup atau tidak.

Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC yang pernah ditemui detikHealth menuturkan dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI eksklusif.

Dr utami juga menyarankan para ibu agar memberikan ASI hingga usia anak 2 tahun. Karena dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31 persen karbohidrat, 38 persen protein, 45 persen vitamin A dan 95 persen kebutuhan vitamin C anak.

Meski demikian orangtua terutama ibu bisa melihat beberapa tanda yang dapat meyakinkannya bahwa si kecil mendapatkan ASI yang cukup, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (14/2/2011) yaitu:

Apakah bayi memiliki berat badan normal?

Berat badan seringkali bisa menjadi tanda yang paling diandalkan untuk mengetahui si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup atau tidak. Meskipun bayi akan mengalami penurunan 10 persen berat badannya setelah lahir, tapi berat badannya akan naik kembali dalam waktu 10-14 hari. Dengan rajin menimbang, maka orangtua bisa mengetahui grafik berat badan si kecil.

Seberapa sering bayi menyusu?
Sebagaian besar bayi yang baru lahir akan menyusu sebanyak 8-12 kali dalam sehari, yaitu sekitar tiap 2-3 jam. Jika si kecil tidur dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 4 jam, maka cobalah membangunkannya untuk menyusu. Selain itu ibu tidak perlu khawatir ASI nya akan habis jika terus dihisap, karena semakin sering bayi menyusu maka payudara akan semakin banyak menghasilkan ASI.

Bisakah ibu mendengar bayi menelan?
Jika diperhatikan dengan seksama, maka ibu bisa mendengar suara bayi menelan susunya serta adanya gerakan yang kuat dan berirama dari rahang bawah bayi. Kondisi ini bisa meyakinkan ibu bahwa bayi menyusu dengan benar.

Apa yang dirasakan ibu pada payudaranya?
Ketika bayi menyusu ASI dengan benar, maka ibu akan merasakan sensasi seperti ada yang menarik lembut dan bukan sensasi seperti dicubit atau ditarik puting susunya. Umumnya payudara akan terasa penuh sebelum menyusui dan terasa lebih lembut serta kosong sesudahnya.

Bagaimana kondisi popok bayi?

Pada hari ke empat setelah kelahiran maka bayi akan memiliki 6-8 kali popok basah per harinya dan sudah mulai buang air besar setiap hari secara teratur. Selama beberapa hari pertama feses bayi akan gelap dan lengket, lalu berubah menjadi kuning.

Apakah bayi tampak sehat?
Umumnya jika bayi mendapatkan asupan ASI yang cukup ia akan tampak puas dan tenang setelah menyusu, menjadi aktif bergerak, matanya terlihat cerah dan 'awas', serta mulut dan bibir bayi yang tampak lembab.

Setiap bayi umumnya memiliki pola makan yang unik dan kadang berbeda satu dengan yang lain, tapi ibu bisa menggunakan insting untuk lebih meyakinkannya. Selama bayi tumbuh dan berkembang secara optimal dan memiliki berat badan normal, maka ibu bisa yakin bahwa bayinya mendapat kebutuhan gizi yang cukup.

(ver/ir)

Ukuran Otak Dipengaruhi Lamanya Masa Kehamilan dan Menyusui

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
foto: Thinkstock
Durham, Lahir prematur dan tidak mendapatkan ASI bisa menjadi faktor penghambat pertumbuhan sel-sel otak. Penelitian membuktikan, lamanya masa kehamilan dan menyusu menentukan ukuran otak pada semua spesies mamalia termasuk manusia.

Temuan ini sekaligus menguatkan anjuran banyak kalangan mengenai pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi anak. Semakin lama mendapatkan ASI eksklusif, maka pertumbuhan otaknya akan lebih maksimal sehingga kecerdasannya juga akan meningkat.

Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian Prof Robert Burton dari Durham University di Inggris. Dalam penelitiannya tersebut, Prof Burton membandingkan lamanya masa kehamilan dan menyusu pada 128 spesies mamalia atau hewan menyusui dan manusia.

Rusa misalnya, memiliki masa kehamilan selama 7 bulan dan masa menyusui sekitar 6 bulan. Dibandingkan manusia yang hamil selama 9 bulan dan menyusui selama 18-24 bulan, rata-rata ukuran otak rusa 6 kali lebih kecil daripada ukuran otak manusia.

"Salah satu poin pentingnya adalah, temuan ini sesuai dan menguatkan panduan WHO yang menganjurkan ASI ekslusif diberikan sekurang-kurangnya selama 18 bulan hingga 2 tahun," ungkap Prof Burton seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (29/3/2011).

Sebelumnya, penelitian lain yang dilakukan terhadap 14.000 anak usia balita menunjukkan hasil yang kurang lebih sama. Makin lama mendapatkan ASI eksklusif, tingkat kecerdasannya cenderung lebih tinggi terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis dan berhitung.

Sementara itu, belum semua orang memiliki kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif sesuai anjuran WHO. Di negara maju seperti Inggris saja, 22 persen ibu-ibu tidak pernah menyusui anaknya sama sekali, sementara di Swedia hanya 2 persen yang tidak melakukannya.

Demikian juga di Indonesia, kesadaran untuk memberikan ASI ekslusif juga belum terlalu menggembirakan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, hanya 15 persen bayi di seluruh Indoneisa yang beruntung mendapatkan ASI eksklusif.

(up/ir)

Bayi Sudah Bisa Mengenal Aneka Rasa dari Air Susu Ibu

Rabu, 20/04/2011 10:24 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Jangan heran bila anak tidak doyan makan sayur bila ibunya juga tidak doyan makan sayur, karena bayi sudah bisa mengenal aneka macam rasa dari air susu ibu (ASI).

"Kalau ibunya doyan makan rendang maka nanti bayinya juga bakalan doyan makan rendang, karena dia sudah tahu rasa rendang dari ASI ibunya. Itulah keistimewaan ASI ketimbang susu formula," jelas DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K), Ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dalam acara Media Briefing 'Stimulasi Keterampilan Oromotor pada Anak' di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Selasa (19/4/2011).

Menurut DR Yanti hal ini juga dapat mempengaruhi selera makan bayi. Bila ibu yang menyusui jarang atau tidak suka makan sayur dan buah saat menyusui, maka kelak anaknya pun akan meniru kebiasaan tersebut.

Anak-anak akan akrab dengan rasa makanan jika ibu sering mengonsumsi makanan tersebut saat sedang dalam masa menyusui. Sebaliknya jika yang diberikan adalah susu formula maka anak memiliki rasa yang sama setiap harinya.

Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan di Monell Chemical Senses Center di Philadelphia dan telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

"Bayi yang diberi ASI akan secara rutin menerima variasi rasa berbagai makanan melalui air susu ibunya sekaligus merangsang indera pengecapnya," ujar Dr Gary Beauchamp selaku direktur Monell Chemical Senses Center, seperti dilansir Telegraph.

Sedangkan dalam hal gizi, kandungan susu formula mungkin bisa menyerupai gizi yang ada di dalam ASI. Tapi jika dilihat dari sudut pandang sensorik, maka susu formula tidak bisa memberikan rangsangan terhadap berbagai variasi rasa.





(mer/ir)