Minggu, 05/06/2011 12:06 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Michigan, Bullying atau perilaku kasar baik berupa olok-olok maupun kekerasan fisik sering terjadi di kalangan anak sekolah. Menurut penelitian terbaru, pelakunya rata-rata kurang tidur sehingga otaknya tidak mampu mengontrol perilaku agresif.
Penelitian yang dilakukan di University of Michigan tersebut mengungkap, perilaku kasar akibat kurang tidur juga mempengaruhi kesehatan secara umum. Anak-anak yang kurang tidur rata-rata 2 kali lebih berisiko mengalami sesak napas dan mengantuk di kelas.
"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur punya peran dalam bullying atau perilaku agresif lainnya," ungkap salah satu peneliti, Louise O'Brien dalam laporannya di jurnal Sleep Medicine seperti dikutip dari HealthDay, Minggu (5/6/2011).
Kurang tidur yang dialami sebagian pelaku bullying menurut O'Brien dipicu oleh bebagai gangguan tidur, terutama yang berhubungan dengan kerusakan pada saluran napas. Contohnya adalah sleep apnea atau henti napas serta penyempitan saluran napas penyebab ngorok.
Faktor lain yang menyebabkan anak-anak tersebut kurang tidur adalah teknologi, misalnya terlalu banyak menggunakan komputer dan memainkan video game. Pemakaian teknologi secara berlebihan mengurangi aktivitas fisik, sehingga tubuh tidak cukup bugar untuk bisa tidur nyenyak.
O'Brien menambahkan, kurang tidur sangat mempengaruhi bagian otak yang disebut prefrontal cortex yang fungsinya mengontrol emosi dan perilaku. Gangguan pada bagian ini memicu perilaku kasar, nakal dan rentan terlibat penyalahgunaan obat terlarang.
Sementara untuk meningkatkan kualitas tidur pada anak, O'Brien menyarankan beberapa tips sebagai berikut.
Kurangi fasilitas elektronik di kamar anak, termasuk video game dan pesawat televisi
Buatkan jadwal tidur yang teratur, selama 11-13 jam/malam untuk anak prasekolah dan 10-11 jam/malam untuk anak sekolah
Jadikan tidur yang cukup sebagai prioritas utama dalam rumah tangga.
(up/ir)
Senin, 27 Juni 2011
5 Langkah Agar Dapur Bebas Kuman
Senin, 27/06/2011 09:09 WIB
Hestianingsih - wolipop
Jakarta - Dapur merupakan salah satu area rumah yang paling rentan menjadi tempat bersarangnya kuman. Banyaknya aktivitas di tempat ini kadang membuat kita kurang memerhatikan kebersihan dan higienitasnya.
Padahal, dengan melakukan hal-hal yang terkesan sepele, Anda bisa menyelamatkan keluarga dari kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit. Biasakan melakukan 5 langkah ini di dapur Anda setiap hari, seperti yang dikutip dari Danone agar kesehatan keluarga Anda terjamin.
1. Mengatur Suhu dalam Kulkas
Temperatur di dalam kulkas sangat menentukan kondisi makanan yang disimpan. Jika terlalu rendah, akan menghilangkan kesegaran dan menurunkan kualitas makanan. Sementara jika suhu terlalu tinggi, bisa memudahkan bakteri berkembang biak, sehingga makanan terkontaminasi kuman dan menyebabkan penyakit.
Produk-produk susu seperti yoghurt dan keju harus disimpan dalam suhu sejuk sebelum dikeluarkan dari kulkas dan diolah. Begitu juga dengan daging, ayam dan ikan. Pastikan suhu kulkas berada antara 0 sampai 4 derajat Celcius. Untuk mencegah terjadinya freeze burn --makanan rusak akibat dehidrasi dan oksidadi karena udara-- simpan daging atau ayam di dalam wadah kedap udara.
2. Pencucian
Kebersihan dapur sangat ditentukan dengan cara pencucian peralatan masak yang benar. Permukaan dan perkakas masak sangat cepat terakumulasi bakteri, karena digunakan untuk memasak berbagai bahan makanan yang mungkin terkena kuman. Bakteri bisa menempel pada talenan, baskom, pisau, alat pengaduk bahkan tangan dan di bawah kuku Anda.
Perpindahan mikroba dari satu objek ke objek yang lain disebut kontaminasi silang. Tangan, permukaan tempat bekerja, pisau dan perkakas dapur lainnya, papan pengiris dan/atau pengiris mekanis, kain lap, wadah/bak pencucian dan hama adalah objek yang paling sering menjadi perantara terjadinya kontaminasi silang tidak langsung. Beberapa perantara ini akan memindahkan mikroba berbahaya ke seluruh bagian dapur.
Cara terbaik menghindari tersebarnya kuman penyebab penyakit dan keracunan adalah selalu mencuci perangkat masak sebelum, saat dan setelah makan. Sangat penting untuk selalu membersihkan talenan bekas memotong ayam atau daging yang akan digunakan juga untuk memotong sayuran. Begitu juga dengan pisau, baskom dan wadah pencucian. Selalu bersihkan setiap alat tersebut akan digunakan untuk mengolah bahan makanan yang berbeda.
3. Pisahkan Alat Masak
Untuk lebih mengamankan masakan Anda dari kontaminasi silang, ada baiknya memisahkan peralatan masak untuk bahan-bahan tertentu. Misalnya, sediakan dua talenan; satu untuk memotong daging, ikan dan ayam, satu lagi untuk buah dan sayur. Wadah untuk mengolah daging dan sayuran juga harus berbeda. Pembagian kecil ini akan menyelamatkan keluarga Anda dari penyebaran bakteri dan kuman.
4. Masak dengan Suhu yang Tepat
Pastikan Anda memasak dalam suhu yang tepat. Tingkatan suhu bisa berbeda antara bahan makanan yang satu dengan lainnya. Anda bisa menggunakan termometer khusus makanan untuk apakah makanan yang dimasak sudah mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri. Pada dasarnya, organisme berbahaya pada hampir semua masakan bisa mati pada suhu antara 60-82 derajat Celcius, menurut US Food and Drug Administration.
5. Selalu Baca Tanggal Kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan sebelum mengolahnya. Terutama untuk ikan, daging sapi, daging ayam dan telur.
(hst/eny)
Hestianingsih - wolipop
Jakarta - Dapur merupakan salah satu area rumah yang paling rentan menjadi tempat bersarangnya kuman. Banyaknya aktivitas di tempat ini kadang membuat kita kurang memerhatikan kebersihan dan higienitasnya.
Padahal, dengan melakukan hal-hal yang terkesan sepele, Anda bisa menyelamatkan keluarga dari kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit. Biasakan melakukan 5 langkah ini di dapur Anda setiap hari, seperti yang dikutip dari Danone agar kesehatan keluarga Anda terjamin.
1. Mengatur Suhu dalam Kulkas
Temperatur di dalam kulkas sangat menentukan kondisi makanan yang disimpan. Jika terlalu rendah, akan menghilangkan kesegaran dan menurunkan kualitas makanan. Sementara jika suhu terlalu tinggi, bisa memudahkan bakteri berkembang biak, sehingga makanan terkontaminasi kuman dan menyebabkan penyakit.
Produk-produk susu seperti yoghurt dan keju harus disimpan dalam suhu sejuk sebelum dikeluarkan dari kulkas dan diolah. Begitu juga dengan daging, ayam dan ikan. Pastikan suhu kulkas berada antara 0 sampai 4 derajat Celcius. Untuk mencegah terjadinya freeze burn --makanan rusak akibat dehidrasi dan oksidadi karena udara-- simpan daging atau ayam di dalam wadah kedap udara.
2. Pencucian
Kebersihan dapur sangat ditentukan dengan cara pencucian peralatan masak yang benar. Permukaan dan perkakas masak sangat cepat terakumulasi bakteri, karena digunakan untuk memasak berbagai bahan makanan yang mungkin terkena kuman. Bakteri bisa menempel pada talenan, baskom, pisau, alat pengaduk bahkan tangan dan di bawah kuku Anda.
Perpindahan mikroba dari satu objek ke objek yang lain disebut kontaminasi silang. Tangan, permukaan tempat bekerja, pisau dan perkakas dapur lainnya, papan pengiris dan/atau pengiris mekanis, kain lap, wadah/bak pencucian dan hama adalah objek yang paling sering menjadi perantara terjadinya kontaminasi silang tidak langsung. Beberapa perantara ini akan memindahkan mikroba berbahaya ke seluruh bagian dapur.
Cara terbaik menghindari tersebarnya kuman penyebab penyakit dan keracunan adalah selalu mencuci perangkat masak sebelum, saat dan setelah makan. Sangat penting untuk selalu membersihkan talenan bekas memotong ayam atau daging yang akan digunakan juga untuk memotong sayuran. Begitu juga dengan pisau, baskom dan wadah pencucian. Selalu bersihkan setiap alat tersebut akan digunakan untuk mengolah bahan makanan yang berbeda.
3. Pisahkan Alat Masak
Untuk lebih mengamankan masakan Anda dari kontaminasi silang, ada baiknya memisahkan peralatan masak untuk bahan-bahan tertentu. Misalnya, sediakan dua talenan; satu untuk memotong daging, ikan dan ayam, satu lagi untuk buah dan sayur. Wadah untuk mengolah daging dan sayuran juga harus berbeda. Pembagian kecil ini akan menyelamatkan keluarga Anda dari penyebaran bakteri dan kuman.
4. Masak dengan Suhu yang Tepat
Pastikan Anda memasak dalam suhu yang tepat. Tingkatan suhu bisa berbeda antara bahan makanan yang satu dengan lainnya. Anda bisa menggunakan termometer khusus makanan untuk apakah makanan yang dimasak sudah mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri. Pada dasarnya, organisme berbahaya pada hampir semua masakan bisa mati pada suhu antara 60-82 derajat Celcius, menurut US Food and Drug Administration.
5. Selalu Baca Tanggal Kedaluwarsa
Selalu periksa tanggal kedaluwarsa makanan sebelum mengolahnya. Terutama untuk ikan, daging sapi, daging ayam dan telur.
(hst/eny)
TIPS HARI INI
"Jahe segar yang dibakar kemudian diseduh atau jahe kering yang diesktrak bisa menjadi cara efektif dan manjur untuk mengobati migrain."
"Jangan berolahraga dengan perut kenyang atau kosong. Coba makan sesuatu yang ringan seperti pisang atau sereal. Tubuh tetap butuh bahan bakar saat berolahraga."
"Kencur bisa jadi obat batuk, mengendalikan rasa sakit, antihipertensi dan obat influenza. Caranya cukup mudah dengan dicuci, dikupas kemudian dikunyah."
"Kayu manis merupakan rempah-rempah beraroma dan manis yang dapat mencegah dan mengobati diabetes tipe 2 dan penyakit jantung hingga 23 persen."
"Tertawa adalah obat terbaik untuk mengusir menyegarkan pikiran. Olahraga, tawa dan humor dapat melepaskan endorphin yang meningkatkan mood dan perasaan bahagia."
"Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar atau lepaskan pakaian dalam saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan memperlancar kinerja tubuh dalam proses perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya lepaskan bra saat tidur."
"Jangan mengunyah makanan terlalu cepat bila tak ingin cepat gemuk. Butuh waktu sekitar 20 menit bagi perut untuk berkomunikasi dengan otak dan memberi tahu bahwa Anda sudah merasa kenyang."
"Bagi wanita yang memiliki bayi, menyusui ampuh mengurangi risiko kanker payudara sampai dengan 60 persen."
"Tekstur apel yang keras dapat menghilangkan plak di gigi, juga kandungan airnya memberikan kelembaban mulut untuk menghilangkan bakteri, sehingga apel bisa memerangi bau mulut."
"Selain sebagai obat untuk mual, inflamasi dan anti-histamin (obat alergi) jahe juga dapat bermanfaat dalam memerangi sakit kepala."
"Jangan berolahraga dengan perut kenyang atau kosong. Coba makan sesuatu yang ringan seperti pisang atau sereal. Tubuh tetap butuh bahan bakar saat berolahraga."
"Kencur bisa jadi obat batuk, mengendalikan rasa sakit, antihipertensi dan obat influenza. Caranya cukup mudah dengan dicuci, dikupas kemudian dikunyah."
"Kayu manis merupakan rempah-rempah beraroma dan manis yang dapat mencegah dan mengobati diabetes tipe 2 dan penyakit jantung hingga 23 persen."
"Tertawa adalah obat terbaik untuk mengusir menyegarkan pikiran. Olahraga, tawa dan humor dapat melepaskan endorphin yang meningkatkan mood dan perasaan bahagia."
"Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar atau lepaskan pakaian dalam saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan memperlancar kinerja tubuh dalam proses perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya lepaskan bra saat tidur."
"Jangan mengunyah makanan terlalu cepat bila tak ingin cepat gemuk. Butuh waktu sekitar 20 menit bagi perut untuk berkomunikasi dengan otak dan memberi tahu bahwa Anda sudah merasa kenyang."
"Bagi wanita yang memiliki bayi, menyusui ampuh mengurangi risiko kanker payudara sampai dengan 60 persen."
"Tekstur apel yang keras dapat menghilangkan plak di gigi, juga kandungan airnya memberikan kelembaban mulut untuk menghilangkan bakteri, sehingga apel bisa memerangi bau mulut."
"Selain sebagai obat untuk mual, inflamasi dan anti-histamin (obat alergi) jahe juga dapat bermanfaat dalam memerangi sakit kepala."
7 Alasan untuk Berhenti Merokok Mulai Hari Ini
Rabu, 22/06/2011 17:33 WIB
Eya Ekasari - wolipop
Jakarta - Berhenti merokok memang bukanlah hal yang mudah. Namun mengetahui dampak negatif yang diberikan oleh rokok, seharusnya bisa memicu seseorang untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Berikut tujuh alasan mengapa Anda harus berhenti mengisap rokok, seperti yang dikutip dari Danone.
1. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung
Merokok dapat meningkatkan kemungkinan stroke dan penyakit jantung. Merokok membuat asupan oksigen dalam darah berkurang, meningkatkan penumpukan plak di arteri dan juga meningkatkan tekanan darah.
2. Menurunnya kekuatan fisik
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa kurangnya jumlah oksigen yang dikirim paru-paru akan membuat daya tahan fisik menurun. Hal ini bisa sebabkan Anda sulit menaiki tangga. Selain itu, merokok juga dapat mengakibatkan berbagai masalah pernapasan.
3. Kanker
Jika Anda merokok, berarti Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker terutama kanker paru-paru, tenggorokan dan mulut. Apakah Anda tahu bahwa asap dari tembakau menyumbang 85 persen kasus kanker paru-paru di Kanada?
4. Penampilan fisik buruk
Selain gigi yang bernoda dan kuku yang berubah warna, merokok juga memiliki kaitan pada kerutan kulit wajah dan penuaan dini.
5. Osteoporosis
Merokok dapat mempercepat pengeroposan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Hal itu juga dapat mengakibatkan rasa sakit bahkan cacat.
6. Kesuburan
Pasangan yang merokok kemungkinan akan mengalami masalah kesuburan. Sebuah studi dari American Journal of Epidemiology juga menemukan bahwa perokok memiliki dua kali risiko terkena impotensi.
7. Merokok mengurangi harapan hidup
Hasil statistik di Kanada menemukan bahwa pria perokok yang berusia 45 tahun pada 1995 memiliki kemungkinan hidup kurang dari 7 tahun daripada pria yang tidak merokok. Sedangkan wanita yang merokok memiliki harapan hidup 10 tahun lebih pendek.
(eya/eny)
Eya Ekasari - wolipop
Jakarta - Berhenti merokok memang bukanlah hal yang mudah. Namun mengetahui dampak negatif yang diberikan oleh rokok, seharusnya bisa memicu seseorang untuk menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Berikut tujuh alasan mengapa Anda harus berhenti mengisap rokok, seperti yang dikutip dari Danone.
1. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung
Merokok dapat meningkatkan kemungkinan stroke dan penyakit jantung. Merokok membuat asupan oksigen dalam darah berkurang, meningkatkan penumpukan plak di arteri dan juga meningkatkan tekanan darah.
2. Menurunnya kekuatan fisik
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa kurangnya jumlah oksigen yang dikirim paru-paru akan membuat daya tahan fisik menurun. Hal ini bisa sebabkan Anda sulit menaiki tangga. Selain itu, merokok juga dapat mengakibatkan berbagai masalah pernapasan.
3. Kanker
Jika Anda merokok, berarti Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker terutama kanker paru-paru, tenggorokan dan mulut. Apakah Anda tahu bahwa asap dari tembakau menyumbang 85 persen kasus kanker paru-paru di Kanada?
4. Penampilan fisik buruk
Selain gigi yang bernoda dan kuku yang berubah warna, merokok juga memiliki kaitan pada kerutan kulit wajah dan penuaan dini.
5. Osteoporosis
Merokok dapat mempercepat pengeroposan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Hal itu juga dapat mengakibatkan rasa sakit bahkan cacat.
6. Kesuburan
Pasangan yang merokok kemungkinan akan mengalami masalah kesuburan. Sebuah studi dari American Journal of Epidemiology juga menemukan bahwa perokok memiliki dua kali risiko terkena impotensi.
7. Merokok mengurangi harapan hidup
Hasil statistik di Kanada menemukan bahwa pria perokok yang berusia 45 tahun pada 1995 memiliki kemungkinan hidup kurang dari 7 tahun daripada pria yang tidak merokok. Sedangkan wanita yang merokok memiliki harapan hidup 10 tahun lebih pendek.
(eya/eny)
Anak 3 Tahun Harus Bisa Kancingkan Baju Sendiri
Rabu, 27/04/2011 14:02 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Terkadang orangtua terlalu memanjakan anaknya dengan cara selalu membantunya melakukan segala hal, termasuk mengancingkan baju. Tapi jika anak sudah berusia 3 tahun sebaiknya ia dapat mengancingkan bajunya sendiri.
"Usia 3-5 tahun harus bisa mengacingkan baju, latihlah anak dan jangan segala sesuatu tergantung dengan mba," ujar dr Attila Dewanti, SpA dalam acara media edukasi 'Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak' di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
dr Attila menuturkan karena kalau ia belum bisa pasang dan buka kancing sendiri nantinya dia akan memegang pensil atau krayon dengan tidak benar, hal ini akan mempengaruhi kemampuannya untuk menulis.
"Jika hal ini terjadi, nantinya dia akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menstimulasinya agar bisa memegang pensil dengan benar, jadi bisa buang-buang waktu selama 6 bulan untuk menstimulasinya," ujar dokter yang berpraktik di Brawijaya Women & Children Hospital.
Selain itu orangtua juga sebaiknya tidak terlalu sering menggendong anak, biasanya jika cucu atau anak pertama selalu digendong. Serta sebaiknya jangan menggunakan baby walker.
"Beri keleluasaan pada anak untuk bergerak, biarkan saja anak main asal tetap dipantau dan memberikan lingkungan yang aman bagi anak," ungkap dr Attila.
Hal ini karena pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi dan juga lingkungan yang berupa stimulasi atau rangsangan yang diterima si kecil dari luar.
"Jika anak sedang belajar berbicara, jangan hanya menyuruh anak mengucapkan suku kata terakhir saja. Misalnya 'Itu apa sayang, ku-cing' tapi beritahu anak 'Itu apa sayang, kucing'. Karena nanti anak tahunya itu cing, yam," ungkapnya.
dr Attila juga menyarankan bagi para orangtua agar memantau setiap bulan perkembangan anak mulai dari motorik kasar, motorik halus, perkembangan kognisi, perkembangan bicara serta sosial kemandiriannya.
(ver/ir)
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Terkadang orangtua terlalu memanjakan anaknya dengan cara selalu membantunya melakukan segala hal, termasuk mengancingkan baju. Tapi jika anak sudah berusia 3 tahun sebaiknya ia dapat mengancingkan bajunya sendiri.
"Usia 3-5 tahun harus bisa mengacingkan baju, latihlah anak dan jangan segala sesuatu tergantung dengan mba," ujar dr Attila Dewanti, SpA dalam acara media edukasi 'Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak' di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (27/4/2011).
dr Attila menuturkan karena kalau ia belum bisa pasang dan buka kancing sendiri nantinya dia akan memegang pensil atau krayon dengan tidak benar, hal ini akan mempengaruhi kemampuannya untuk menulis.
"Jika hal ini terjadi, nantinya dia akan membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk menstimulasinya agar bisa memegang pensil dengan benar, jadi bisa buang-buang waktu selama 6 bulan untuk menstimulasinya," ujar dokter yang berpraktik di Brawijaya Women & Children Hospital.
Selain itu orangtua juga sebaiknya tidak terlalu sering menggendong anak, biasanya jika cucu atau anak pertama selalu digendong. Serta sebaiknya jangan menggunakan baby walker.
"Beri keleluasaan pada anak untuk bergerak, biarkan saja anak main asal tetap dipantau dan memberikan lingkungan yang aman bagi anak," ungkap dr Attila.
Hal ini karena pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi dan juga lingkungan yang berupa stimulasi atau rangsangan yang diterima si kecil dari luar.
"Jika anak sedang belajar berbicara, jangan hanya menyuruh anak mengucapkan suku kata terakhir saja. Misalnya 'Itu apa sayang, ku-cing' tapi beritahu anak 'Itu apa sayang, kucing'. Karena nanti anak tahunya itu cing, yam," ungkapnya.
dr Attila juga menyarankan bagi para orangtua agar memantau setiap bulan perkembangan anak mulai dari motorik kasar, motorik halus, perkembangan kognisi, perkembangan bicara serta sosial kemandiriannya.
(ver/ir)
Jika si Kecil Perutnya Buncit
Selasa, 24/05/2011 12:43 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Masalah perut buncit saat ini lebih banyak terfokus pada orang dewasa, padahal anak-anak kecil sekarang juga banyak yang perutnya sudah buncit. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan harus diatasi.
Studi menunjukkan masalah perut buncit pada anak-anak telah meningkat hingga 65 persen dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini bukanlah pertanda baik karena bisa menjadi faktor risiko dari sejumlah penyakit.
Lemak yang ada di perut sering dianggap sebagai prediktor dari penyakit jantung serta risiko diabetes. Dan anak-anak yang memiliki perut buncit jika dibiarkan saja akan meningkatkan risiko menjadi obesitas.
Umumnya anak-anak zaman sekarang mengonsumsi makanan junk food yang diketahui tinggi lemak dan penyebab masalah, serta konsumsi makanan yang tidak bernutrisi. Kondisi ini bertanggung jawab terhadap akumulasi lemak di tubuh.
Seringkali orangtua tidak memiliki waktu untuk menyediakan makanan segar sehingga memberikan makanan olahan. Semua makanan yang kaya akan kalori ini diubah menjadi lemak dan disimpan di bagian tubuh berbeda, yang kebanyakan terjadi di sekitar perut.
Selain itu saat ini anak-anak lebih sering menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer dan jarang melakukan aktivitas fisik, sehingga lemak yang tertumpuk di perut tidak dibuang dan akan terus terakumulasi.
"Saat ini mengukur ukuran pinggang anak-anak belum menjadi hal vital yang dilakukan pada setiap pemeriksaan," ujar Stephen Cook, MD dari University of Rochester Medical Center's Golisano Children's Hospital, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (24/5/2011).
Namun kini mengukur pinggang anak-anak menjadi hal penting, terutama pada anak yang memiliki rasio pinggang dan tinggi badan di persentil 90 atau lebih sebagai indikator obesitas perut.
Sebagai orangtua, perubahan pertama yang harus dilakukan pada anak adalah:
1. Menghilangkan lemak perut dengan mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Awalnya mungkin anak akan menolak tapi cobalah untuk bersikap memberi pengertian yang disertai contoh nyata dari bahaya lemak di perut dan sedikit peraturan ketat.
2. Jika anak memang suka jajan, cobalah menyisihkan waktu untuk membuat jajanan yang menarik buat anak dengan menggunakan bahan yang lebih bergizi dan segar.
3. Memperbanyak aktivitas fisik bagi anak seperti mengajak jalan di taman, mencuci mobil atau bermain bersama binatang peliharaan.
4. Sebaiknya tidak memberikan diet terlalu ketat karena bisa menyebabkan anak kekurangan gizi nantinya. Tapi doronglah anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan memberinya contoh agar diikuti oleh anak. Dengan begitu akan mengurangi risiko anak terkena beberapa penyakit.
(ver/ir)
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Masalah perut buncit saat ini lebih banyak terfokus pada orang dewasa, padahal anak-anak kecil sekarang juga banyak yang perutnya sudah buncit. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan dan harus diatasi.
Studi menunjukkan masalah perut buncit pada anak-anak telah meningkat hingga 65 persen dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini bukanlah pertanda baik karena bisa menjadi faktor risiko dari sejumlah penyakit.
Lemak yang ada di perut sering dianggap sebagai prediktor dari penyakit jantung serta risiko diabetes. Dan anak-anak yang memiliki perut buncit jika dibiarkan saja akan meningkatkan risiko menjadi obesitas.
Umumnya anak-anak zaman sekarang mengonsumsi makanan junk food yang diketahui tinggi lemak dan penyebab masalah, serta konsumsi makanan yang tidak bernutrisi. Kondisi ini bertanggung jawab terhadap akumulasi lemak di tubuh.
Seringkali orangtua tidak memiliki waktu untuk menyediakan makanan segar sehingga memberikan makanan olahan. Semua makanan yang kaya akan kalori ini diubah menjadi lemak dan disimpan di bagian tubuh berbeda, yang kebanyakan terjadi di sekitar perut.
Selain itu saat ini anak-anak lebih sering menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer dan jarang melakukan aktivitas fisik, sehingga lemak yang tertumpuk di perut tidak dibuang dan akan terus terakumulasi.
"Saat ini mengukur ukuran pinggang anak-anak belum menjadi hal vital yang dilakukan pada setiap pemeriksaan," ujar Stephen Cook, MD dari University of Rochester Medical Center's Golisano Children's Hospital, seperti dikutip dari WebMD, Selasa (24/5/2011).
Namun kini mengukur pinggang anak-anak menjadi hal penting, terutama pada anak yang memiliki rasio pinggang dan tinggi badan di persentil 90 atau lebih sebagai indikator obesitas perut.
Sebagai orangtua, perubahan pertama yang harus dilakukan pada anak adalah:
1. Menghilangkan lemak perut dengan mengurangi konsumsi makanan tidak sehat. Awalnya mungkin anak akan menolak tapi cobalah untuk bersikap memberi pengertian yang disertai contoh nyata dari bahaya lemak di perut dan sedikit peraturan ketat.
2. Jika anak memang suka jajan, cobalah menyisihkan waktu untuk membuat jajanan yang menarik buat anak dengan menggunakan bahan yang lebih bergizi dan segar.
3. Memperbanyak aktivitas fisik bagi anak seperti mengajak jalan di taman, mencuci mobil atau bermain bersama binatang peliharaan.
4. Sebaiknya tidak memberikan diet terlalu ketat karena bisa menyebabkan anak kekurangan gizi nantinya. Tapi doronglah anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan memberinya contoh agar diikuti oleh anak. Dengan begitu akan mengurangi risiko anak terkena beberapa penyakit.
(ver/ir)
Melatih Oral Motor Anak Agar Bisa Makan dengan Benar
Rabu, 25/05/2011 17:04 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Makan adalah kebutuhan dasar setiap manusia dan termasuk kegiatan yang kompleks. Untuk itu sangat penting memberikan stimulasi oromotor (oral motor) pada bayi agar ia bisa makan dengan cara yang benar.
Saat memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi akan diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan tingkatan tektur tertentu sesuai tahapan perkembangannya. Tahap pengenalan makanan bertekstur inilah yang menunjang keterampilan makan bayi dan menjadi dasar pengembangan stimulasi kemampuan oromotornya.
Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya.
Pada bayi usia 6-18 bulan kekuatan, koordinasi dan kontrol dari struktur mulut ini yang menjadi dasar dari kegiatan makan seperti menghisap, menelan, menggigit dan mengunyah.
"Stimulasi yang tepat pada oromotor erat kaitannya dengan perkembangan keterampilan makan anak sejak usia dini," ujar DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K) selaku konsultan nutrisi dan penyakit metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dalam rilis Pentingnya Stimulasi Oromotor dan Gizi Seimbang yang diterima detikHealth, Rabu (25/5/2011).
Dr Damayanti menuturkan kurangnya stimulasi oromotor bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku anak seperti milih-milih makanan (picky eater) serta faktor lain termasuk psikologis dan lingkungan.
"Selain itu perkembangan oral motor ini juga diperlukan untuk mendukung kemampuan makan dan juga kemampuan bicara anak," ungkap dokter yang juga ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI.
untuk menstimulasi kepandaian mengunyah dengan berbagai makanan maka perlu mengenali perkembangan oral motor sesuai usia serta makanan yang tepat untuk menstimulasi kemampuan mengunyah. Makanan yang tepat akan menstimulasi otot-otot mulut sehingga lebih kuat dan mampu digunakan untuk makan dan bicara.
Makanan yang diberikan pertama kali adalah yang paling mudah dikunyah dan dicampur dengan cairan seperti ASI atau biasa disebut dengan bubur ASI. Pada usia 7-9 bulan mulai diberikan makanan semi-padat yang lebih bertekstur dan memerlukan keterampilan mengunyah.
Usia 9-12 bulan keterampilan mengunyahnya semakin sempurna dan bisa memegang sendiri, sehingga bisa diberikan finger food. Saat usia 1-3 tahun anak akan berusaha makan sendiri dan stimulasi ini bisa membantu kemandirian anak.
Dr Damayanti menuturkan ada 8 faktor yang mempengaruhi mudah atau sulitnya makanan dikunyah, yaitu:
Tahanan, mudah atau tidaknya makanan dikunyah
Sensoris, makanan yang renyah, berbumbu, asam, pahit, dingin, lebih merangsang gerakan mengunyah
Ukuran, ketebalan dan diameter
Bentuk, mudah tidaknya diletakkan di dekat geraham (lateral)
Tekstur, tekstur yang mudah tersebar akan lebih sulit dikunyah
Konsistensi, konsistensi tunggal lebih mudah daripada beragam
Penempatan makanan di mulut, penempatan dekat gigi geraham (lateral) lebih mudah dikunyah daripada di depan dekat gigi taring)
Transfer, jumlah kunyahan yang diperlukan sebelum ditelan.
(ver/ir)
Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Makan adalah kebutuhan dasar setiap manusia dan termasuk kegiatan yang kompleks. Untuk itu sangat penting memberikan stimulasi oromotor (oral motor) pada bayi agar ia bisa makan dengan cara yang benar.
Saat memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi akan diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan tingkatan tektur tertentu sesuai tahapan perkembangannya. Tahap pengenalan makanan bertekstur inilah yang menunjang keterampilan makan bayi dan menjadi dasar pengembangan stimulasi kemampuan oromotornya.
Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya.
Pada bayi usia 6-18 bulan kekuatan, koordinasi dan kontrol dari struktur mulut ini yang menjadi dasar dari kegiatan makan seperti menghisap, menelan, menggigit dan mengunyah.
"Stimulasi yang tepat pada oromotor erat kaitannya dengan perkembangan keterampilan makan anak sejak usia dini," ujar DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K) selaku konsultan nutrisi dan penyakit metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dalam rilis Pentingnya Stimulasi Oromotor dan Gizi Seimbang yang diterima detikHealth, Rabu (25/5/2011).
Dr Damayanti menuturkan kurangnya stimulasi oromotor bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku anak seperti milih-milih makanan (picky eater) serta faktor lain termasuk psikologis dan lingkungan.
"Selain itu perkembangan oral motor ini juga diperlukan untuk mendukung kemampuan makan dan juga kemampuan bicara anak," ungkap dokter yang juga ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI.
untuk menstimulasi kepandaian mengunyah dengan berbagai makanan maka perlu mengenali perkembangan oral motor sesuai usia serta makanan yang tepat untuk menstimulasi kemampuan mengunyah. Makanan yang tepat akan menstimulasi otot-otot mulut sehingga lebih kuat dan mampu digunakan untuk makan dan bicara.
Makanan yang diberikan pertama kali adalah yang paling mudah dikunyah dan dicampur dengan cairan seperti ASI atau biasa disebut dengan bubur ASI. Pada usia 7-9 bulan mulai diberikan makanan semi-padat yang lebih bertekstur dan memerlukan keterampilan mengunyah.
Usia 9-12 bulan keterampilan mengunyahnya semakin sempurna dan bisa memegang sendiri, sehingga bisa diberikan finger food. Saat usia 1-3 tahun anak akan berusaha makan sendiri dan stimulasi ini bisa membantu kemandirian anak.
Dr Damayanti menuturkan ada 8 faktor yang mempengaruhi mudah atau sulitnya makanan dikunyah, yaitu:
Tahanan, mudah atau tidaknya makanan dikunyah
Sensoris, makanan yang renyah, berbumbu, asam, pahit, dingin, lebih merangsang gerakan mengunyah
Ukuran, ketebalan dan diameter
Bentuk, mudah tidaknya diletakkan di dekat geraham (lateral)
Tekstur, tekstur yang mudah tersebar akan lebih sulit dikunyah
Konsistensi, konsistensi tunggal lebih mudah daripada beragam
Penempatan makanan di mulut, penempatan dekat gigi geraham (lateral) lebih mudah dikunyah daripada di depan dekat gigi taring)
Transfer, jumlah kunyahan yang diperlukan sebelum ditelan.
(ver/ir)
Langganan:
Komentar (Atom)