Senin, 27 Juni 2011

Melatih Oral Motor Anak Agar Bisa Makan dengan Benar

Rabu, 25/05/2011 17:04 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Makan adalah kebutuhan dasar setiap manusia dan termasuk kegiatan yang kompleks. Untuk itu sangat penting memberikan stimulasi oromotor (oral motor) pada bayi agar ia bisa makan dengan cara yang benar.

Saat memasuki usia 6 bulan ke atas, bayi akan diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan tingkatan tektur tertentu sesuai tahapan perkembangannya. Tahap pengenalan makanan bertekstur inilah yang menunjang keterampilan makan bayi dan menjadi dasar pengembangan stimulasi kemampuan oromotornya.

Oromotor atau oral motor didefinisikan sebagai sistem gerak otot yang mencakup area rongga mulut (oral cavity) termasuk rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir dan pipi. Kematangan oral motor umumnya terjadi pada usia 4-6 bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian stimulasi untuk mengembangkannya.

Pada bayi usia 6-18 bulan kekuatan, koordinasi dan kontrol dari struktur mulut ini yang menjadi dasar dari kegiatan makan seperti menghisap, menelan, menggigit dan mengunyah.

"Stimulasi yang tepat pada oromotor erat kaitannya dengan perkembangan keterampilan makan anak sejak usia dini," ujar DR Damayanti R Sjarif, Dr. Sp.A(K) selaku konsultan nutrisi dan penyakit metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dalam rilis Pentingnya Stimulasi Oromotor dan Gizi Seimbang yang diterima detikHealth, Rabu (25/5/2011).

Dr Damayanti menuturkan kurangnya stimulasi oromotor bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku anak seperti milih-milih makanan (picky eater) serta faktor lain termasuk psikologis dan lingkungan.

"Selain itu perkembangan oral motor ini juga diperlukan untuk mendukung kemampuan makan dan juga kemampuan bicara anak," ungkap dokter yang juga ketua UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI.

untuk menstimulasi kepandaian mengunyah dengan berbagai makanan maka perlu mengenali perkembangan oral motor sesuai usia serta makanan yang tepat untuk menstimulasi kemampuan mengunyah. Makanan yang tepat akan menstimulasi otot-otot mulut sehingga lebih kuat dan mampu digunakan untuk makan dan bicara.

Makanan yang diberikan pertama kali adalah yang paling mudah dikunyah dan dicampur dengan cairan seperti ASI atau biasa disebut dengan bubur ASI. Pada usia 7-9 bulan mulai diberikan makanan semi-padat yang lebih bertekstur dan memerlukan keterampilan mengunyah.

Usia 9-12 bulan keterampilan mengunyahnya semakin sempurna dan bisa memegang sendiri, sehingga bisa diberikan finger food. Saat usia 1-3 tahun anak akan berusaha makan sendiri dan stimulasi ini bisa membantu kemandirian anak.

Dr Damayanti menuturkan ada 8 faktor yang mempengaruhi mudah atau sulitnya makanan dikunyah, yaitu:

Tahanan, mudah atau tidaknya makanan dikunyah
Sensoris, makanan yang renyah, berbumbu, asam, pahit, dingin, lebih merangsang gerakan mengunyah
Ukuran, ketebalan dan diameter
Bentuk, mudah tidaknya diletakkan di dekat geraham (lateral)
Tekstur, tekstur yang mudah tersebar akan lebih sulit dikunyah
Konsistensi, konsistensi tunggal lebih mudah daripada beragam
Penempatan makanan di mulut, penempatan dekat gigi geraham (lateral) lebih mudah dikunyah daripada di depan dekat gigi taring)
Transfer, jumlah kunyahan yang diperlukan sebelum ditelan.


(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar