Senin, 27 Juni 2011

Standar Kemampuan Berbahasa untuk Batita

Senin, 13/06/2011 14:17 WIB

Vera Farah Bararah - detikHealth





(Foto: thinkstock)Jakarta, Setiap orangtua pasti ingin melihat anaknya lancar berbicara. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah mendorongnya untuk belajar dan mengetahui standar perkembangan anak. Berikut standar kemampuan berbahasa anak usia di bawah 3 tahun (batita).

Penelitian menunjukkan bahwa 3 tahun pertama adalah waktu yang tepat untuk perkembangan bahasa intensif anak. Para ahli menyarankan untuk mendorong perkembangan bahasa anak di awal-awal kehidupannya melalui berbicara, menyanyi dan membaca.

Hal lain yang bisa memberikan bantuan penting dalam pengembangan bahasa anak adalah mendengarkan apa yang bisa diucapkan si kecil.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi patokan dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak, seperti dikutip dari eHow, Senin (13/6/2011) yaitu:

1. Usia 5 bulan
Pada saat bayi berusia 1-5 bulan ia mulai belajar mengenai suara keras, mengenali suara-suara yang akrab didengarnya serta menangis untuk berbagai alasan yang berbeda. Setelah bayi berusia di atas 5 bulan maka ia akan memutar kepalanya ke arah suara dan fokus pada wajah orang yang berbicara tersebut.

2. Usia 1 tahun
Umumnya bayi mulai memiliki kesenangan untuk mencoba meniru suara orang lain. Para peneliti dari Mayo Clinic mengungkapkan bahwa bayi mulai mengerti arti kata 'tidak' dan perintah sederhana seperti 'Minumlah susunya sampai habis'. Selain itu ia akan mengeluarkan suara seperti 'Mama' atau 'Dahdah'.

3. Usia 2 tahun
Balita mulai bisa mengucapkan lebih dari 1-2 kata secara bersama-sama, kosakatanya mulai meningkat menjadi 8-10 kata dan ia bisa mengenal kata-kata untuk bagian tubuh seperti menunjuk kepala atau perut. Pada usia ini balita juga lebih jelas mengucapkan suara huruf 'n', 'm', 'p' dan 'h', serta bisa menjawab pertanyaan melalui bahasa tubuh.

4. Usia 3 tahun
Pada usia ini kosakatanya meningkat sekitar 50 kata, mulai menggunakan kata sifat seperti 'besar' atau 'bahagia', menggunakan nada yang meninggi di akhir kalimat serta menggunakan kata ganti. Orang lain yang mendengar balita ini berbicara mungkin tidak terlalu banyak mengerti apa yang diucapkannya, tapi orangtua biasanya bisa memahami kata-kata tersebut.

Dibutuhkan kesabaran serta pemahaman mengenai karakteristik si kecil serta nikmati setiap proses yang dilalui dalam mengembangkan kemampuan anak. Ajaklah ia berbicara sejak dini bahkan saat ia belum bisa mengucapkan kata apapun, karena ini akan mendorongnya untuk belajar berbicara.

(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar